Pasutri Ini Awalnya Ribut Mau Cerai Tapi Saat Supir Taksi Menunjukkan Keadaan Keluarganya Mereka Berdua Langsung Terdiam

Wang adalah seorang supir taksi, suatu kali ia mendapatkan sepasang penumpang, yaitu pasangan suami istri yang sedang "ribut".

 Gaul

Setelah mendengar percakapan kedua orang tersebut, Wang akhirnya mengerti permasalahannya. Jadi pihak wanita menduga suaminya selingkuh, namun sang suami menganggap istrinya sedang ngawur. Akhirnya keduanya meminta Wang membawa mereka ke kantor tempat mengurusi surat penceraian.

Saling Menghargailah Kuncinya

Dengen tersenyum kecil Wang pun mengangguk, tapi ternyata Wang malah mengarahkan mobilnya ke luar kota.

Seiring semakin jauhnya perjalanan, pasutri ini pun tersadar, mereka tidak sedang di bawa menuju tempat perceraian, melainkan ke tempat asing di luar kota!

Gaul

Pasutri ini pun menyuruh Wang untuk berhenti, namun Wang tidak mau dengar. Akhirnya sampai lah mereka ke suatu tempat yang sangat lapang dan Wang pun berhenti.

"Turun sekarang!", teriak Wang.

 Gaul

Saling Menghargailah Kuncinya

Saat ini wajah pasutri sudah pucat, mereka pun memohon pada Wang untuk jangan melukai mereka. "Tolong jangan apa-apakan kami, kamu mau uang? kami akan memberimu semua uang kami!"

"Istri saya dari dulu pengecut! Sama tikus saja takut, tolong jangan lukai dia!" lanjut sang suami.

"Suami saya juga punya penyakit jantung, hari ini saya lupa membawa obatnya, saya akan memberi segala uang saya kepadamu, tolong jangan sakiti suami saya!", tekan sang istri.

Saking ketakutannya, pasutri ini pun bepegangan tangan sangat erat!

 

Tapi dengan tenang Wang pun menjawab, "Bukankah kalian ini ke tempat perceraian?Ini sudah sampai, kok.. Tuh tempatnya di depan!"

Pasutri ini pun saling bertatapan dengan bingung, tapi akhirnya mereka pun berjalan ke depan. Di depan sana terdapat satu sisi tembok yang berpintu, mereka pun masuk ke dalam pintu itu.

Setelah mendekat, ternyata di tengah- tengah tanah lapang tersebut ada tumpukan debu berwarna hitam. Setelah diperhatikan, mereka pun menduga bahwa debu tersebut adalah abu hasil bakaran benda besar, mereka pun sadar, tempat yang sedang mereka kunjungi ini dulunya pasti bukanlah tanah gersang dan kosong!

Namun  tetap saja, apa hubungannya tempat ini dengan tempat perceraian?

Si istri sudah berpikir yang tidak- tidak, ia terus berpikiran bahwa supir taksi ini akan merampok mereka. Tapi akhirnya suara lembut pun terdengar..

"Kalian mau bercerai, kan? Di sini tempatnya. Tiga tahun yang lalu, saya juga bercerai di tempat ini..", ungkap Wang.

Dengan ekspresi sendu, Wang pun melanjutkan, "Tiga tahun yang lalu, saya punya usaha yang sukses, istri yang cantik dan anak yang lucu.

Saya menghabiskan ratusan juta hanya untuk membeli tanah ini, lalu membangun rumah besar di atasnya.

Namun, di saat segala materi sudah jadi, hubungan saya dan istri malah menjadi semakin jauh.

Saya terlalu sibuk di luar, istri saya pun akhirnya curiga saya selingkuh. Saya dulu jarang pulang ke rumah, namun setiap kali pulang, rumah selalu berantakan.

Saya pulang ingin istirahat, ingin berantai, namun istri saya selalu bertanya- tanya dan marah- marah.

 

Karena istri saya seperti itu, anak saya pun tidak terurus, ia berkembang menjadi anak yang "liar". Suatu kali ia pergi bermain sendiri di kolam,  tapi siapa sangka ia malah tenggelam dan meninggal..

Setelah mengurusi anak,saya pun bercerai dengan istri. Istri saya saat itu sangat sedih, pikirannya kacau, akhirnya ia pun membakar diri bersama dengan rumah kami.

Saya juga langsung tidak punya niat untuk melanjutkan usaha lagi, akhirnya saya bangkrut dan kehilangan semuanya. Kini saya hanya bisa bergantung pada penghasilan menjadi supir taksi setiap hari."

 Gaul

Dengan menangis dan terbata-  bata, Wang pun melanjutkan, "Gimana, setelah melihat tempat perceraian saya, mendengar kisah tragis keluarga saya, apa kalian tetap ingin bercerai?"

Pasutri ini pun akhirnya mengerti apa yang sedang terjadi. Pikiran mereka pun sudah kembali jernih, wajah pun cerah kembali.

 

Namun keduanya tetap tidak tahu harus berbicara apa, akhirnya Wang pun memegang kedua tangan pasutri yang masih bergandengan  tersebut, lalu berkata dengan senyum:

"Saat kalian merasa nyawa sedang terancam tadi, tanpa berjanjian kalian langsung otomatis saling melindungi. Ini artinya perasaan kalian masih ada! Kalian tidak sepantasnya bercerai!"

Saat si istri sadar ternyata daritadi mereka saling bergenggaman tangan, ia pun langsung melepaskan, namun si suami langsung menggandengnya kembali dan berkata pada istrinya:

"Istriku, kamu selama ini salah paham kok… Yuk, kita pulang, sama- sama menjalani hidup yang baik!"

Sang istri pun akhirnya hanya bisa  terdiam sambil tersipu malu..

Sang suami pun mengeluarkan 200 ribu dari sakunya, memberikannya pada Wang dan berkata, " Terima kasih, kamu sudah menyelamatkan keluarga saya. Tolong anterin kami pulang,dong… Kami gak jadi cerai!"

"Hari ini jauh- jauh datang ke tempat ini, saya tidak menyesal!" balas Wang dengan tersenyum lebar.

Setelah mengantar pasutri, Wang pun menyetir lagi ke arah rumah sakit, ia menghampiri istrinya yang sudah koma total  dan berkata, "Istriku, hari ini aku sudah menolong satu keluarga lagi, aku sudah melakukan hal yang memperbaiki dosaku, apa kamu sudah bisa memaafkan aku? Ayo cepat bangun… Ya?"

Sumber (Female)

Gaul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *