Psikolog Berkata Anak Yang Terlalu Penurut Tidak Bahagia Semakin Nurut Orangtua Harusnya Semakin Khawatir Ini Alasannya

Semua orang tua mengajari anaknya untuk menjadi diri sendiri, tetapi tahukah kamu, hampir seluruh anak di dunia ini "memakai topeng"? Fenomena ini sebenarnya diturunkan oleh para orangtua karena pengajaran orangtuanya sebelumnya. Mengapa demikian?

Orangtua Benua Asia sering sekali memarahi anaknya jika tidka patuh terhadap apa yang mereka perintahkan. Semakin tidak menurut, maka semakin besar pula hukuman yang akan mereka terima. Setiap orangtua menginginkan buah hati mereka "nurut" seperti yang mereka mau, tetapi tidak pernah tahu bagaimana perasaan anaknya.

Psikolog Berkata Anak Yang Terlalu Penurut Tidak Bahagia Semakin Nurut Orangtua Harusnya Semakin Khawatir Ini Alasannya

Anak Anak Memang Harus Aktif Anak Yang Aktif Bukan Bearti Nakal Ya

Ketika anak kita masih kecil, mereka tidak memiliki kemampuan untuk memilah, mereka hanya bisa melihat, merasakan, dan mengikuti emosi dan perasaan orangtua mereka. Dari penglihatan, pendengaran, dan perasaan mereka inilah mereka belajar menjadi seorang manusia.

Seorang Netizen membagikan cerita yang dia alami sendiri, agar kita tidak mengalami hal yang sama. Berikut ceritanya :

Gaul

Sewaktu kecil, dia sring bertengkar dengan adikku, tapi setiap kali berantem, pasti dia yang dimarahi papa. Papa selalu dengan mukanya yang seram marah,"Repotin banget sih!" Lama kelamaan, demi menghindari melihat wajah asam papanya, dia selalu menekan amarah dan perasaannya untuk tidak bertengkar dengan adiknya, sampai pada akhirnya, dia mengalami kelainan jiwa. 

Ketakutan paling besar pada seorang anak itu adalah, takut dikucilkan dan ditinggalkan, jadi melihat wajah orangtua yang merasa kerepotan menjaganya, bisa membuat dia merasa ditinggalkan, tidak diterima di rumah.

Psikolog Berkata Anak Yang Terlalu Penurut Tidak Bahagia Semakin Nurut Orangtua Harusnya Semakin Khawatir Ini Alasannya

Sampai pada akhirnya, tidak perduli dalam keadaan apapun, jika dia menghadapi satu persoalan pasti dia akan berpikir dulu bagaimana perasaan orang tersebut baru melakukan keputusan. Semua ekspresi dia itu adalah hasil dari pemikiran dia dengan proses yang panjang, barulah ekspresi itu keluar (dengan kata lain, ekspresi palsu). Tidak hanya demikian, sejak kecil sampai dewasa, dia tidak berani berkata,"Nyebelin, tidak mau!", untuk menolak apapun yang dia tidak suka. Karena menghindari ketidaksukaan orangtuanya, dia menjadi kebiasaan dan alhasil, dia akan selalu berusaha menyenangkan semua orang, padahal kita tahu, hal itu mustahil sekali.

Psikolog Berkata Anak Yang Terlalu Penurut Tidak Bahagia Semakin Nurut Orangtua Harusnya Semakin Khawatir Ini Alasannya

Anak Anak Memang Harus Aktif Anak Yang Aktif Bukan Bearti Nakal Ya

Dimata orang lain, dia adalah "Si Anak Penurut" yang diidam – idamkan orangtua yang lain, namun mirisnya, tidak ada yang tahu betapa rapuh dan hancurnya jiwa naak ini. Untungnya ketika dia dewasa, dia merasa ada yang tak beres dengan dirinya dan memutuskan untuk mengerti dirinya sendiri dan dengan bantuan psikolog, dia mencoba untuk mejadi diri sendiri dan mencoba lagi dari awal.

Psikolog Berkata Anak Yang Terlalu Penurut Tidak Bahagia Semakin Nurut Orangtua Harusnya Semakin Khawatir Ini Alasannya

Setiap anak, memang memiliki sifat dan karakter yang unik. Jangan membentuk merasa sesuai "emosi" kita, karena mereka bukanlah kita.

Setiap anak berhak untuk hidup sesuai dengan kemampuan dan bakat khusus mereka masing – masing, jangan mengkotak – kotak-an mereka dengan pelajaran sekolah mereka.

Sumber (Menyedihkan)

Gaul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *