Sering Dibuli Dan Diejek Jelek Sampai Nyaris Bunuh Diri Kini Semua Menyesal Melihat Dia Jadi Model Dunia Ternama Super Cantik

Bullying seringnya dianggap hal sepele, padahal jika hal ini dibiarkan tentu akan menimbulkan dampak yang tak baik bagi pembentukan karakter seseorang. Rasa rendah diri, insecure, hingga keinginan untuk mengakhiri hidup menjadi imbas dari aksi negatif ini.

Bullying juga tak hanya menyerang orang biasa. Banyak orang berpengaruh, seleb, hingga model ternama pernah menjadi korban bullying. Salah satunya adalah model Amerika bernama Brittany Mason.

Model yang dikabarkan sempat dekat dengan Leonardo DiCaprio ini dulunya pernah menjadi korban bullying parah di SMA. Bullying yang dialaminya bukan merupakan kasus sepele karena dia pernah menenggak racun demi mengakhiri hidupnya. Dia mengakui bahwa masa remajanya sangat traumatis. Bagaimana kisahnya?

Gaul

Pasti Sekarang Semua Orang Jadi Sirik Sama Pencapaian Dia Hebat

Brittany menghabiskan masa kecilnya di Indiana, Amerika. Dia dibesarkan hanya oleh ibunya. Sedangkan ayahnya merupakan seorang pecandu obat-obatan dan orangtuanya tidak pernah menikah. Hal ini mengakibatkan Brittany tumbuh tanpa bimbingan dan kasih sayang seorang ayah. Keadaan inilah yang mengakibatkan pembentukan karakternya yang pendiam dan tertutup. Sifat ini juga yang menjadi pemicu orang lain memperlakukannya seenaknya.

Ketika masih berada di bangku SMA Anderson di Indiana, Amerika Serikat Britanny aktif di kegiatan jurnalis di sekolahnya. Selain itu dia juga bergabung dalam cheerleaders. Di sinilah awal tragedi bullying yang dialaminya.

Gaul

Gaul

Tanpa tahu apa penyebabnya, lima gadis di sekolah Brittany sering mengintimidasi, mengganggu, bahkan mengolok-oloknya. Tak hanya berhenti di situ saja, kelima gadis ini juga mengolok-olok Brittany di aula kelas dengan menyebutnya "kamu jelek, jelek, jelek!". Sayangnya, hal ini justru membuat seluruh temannya melakukan hal yang sama padanya. Kejadian tak mengenakkan ini berakhir ketika sang kepala sekolah menegur mereka, sayangnya beliau tak menghukum si pembuat onar.

Pasti Sekarang Semua Orang Jadi Sirik Sama Pencapaian Dia Hebat

Hal traumatis juga dialami Brittany ketika sekolahnya mengadakan parade. Kelima gadis yang selalu membullynya membawa pistol air dan menyerang Brittany hingga tubuhnya basah kuyup. Guru dan kepala sekolah yang melihat tak melakukan apapun karena kelima gadis yang mem-bully Brittany merupakan anak orang berpengaruh di sekolah. Brittany merasa terpukul, malu, dan merasa diabaikan hanya bisa menangis di pelukan ibunya.

Gaul

Kejadian bullying yang dialami Brittany semakin parah dan mengkhawatirkan. Kata-kata tak menyenangkan dan lemparan benda-benda didapatnya ketika dia melewati koridor sekolah. Beberapa orang bahkan menyerang rumahnya dengan telur, tissue, dan merusak ban mobil keluarga Brittany. Ancaman dan pesan-pesan intimidasi makin hari makin parah. Hal ini yang membuat Brittany makin paranoid dan enggan keluar dari rumah. Dia pun banyak membolos karena merasa tidak nyaman, akibatnya prestasinya merosot tajam.

Berada di titik terendah, membuat Brittany memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Dia pun menenggak setengah botol peroksida. Dia berharap bisa mati ketika sedang tertidur. Namun, kenyataan berkata lain. Brittany tetap hidup, keesokan harinya Ia terbangun dengan tubuh terasa remuk dan muntah darah. Dia pun berjanji kepada Tuhan jika dia bisa bertahan maka dia akan berjuang untuk membantu orang-orang yang punya pengalaman hidup yang sama.

Gaul

Di titik baliknya ini, Brittany memutuskan untuk melanjutkan hidupnya. Langkah pertama yang dilakukannya adalah keluar dari sekolah dan memilih untuk homeschooling. Dia juga mulai masuk ke dunia model. Karir bermodelnya berkembang pesat, di umur 16 tahun dia sudah bergabung dengan agensi model di New York. Brittany juga menjuarai kontes kecantikan di kotanya. Dia juga menyabet runner-up pada kontes model remaja sedunia yang digelar di Jerman.

Prestasinya inilah yang jadi bahan bakar untuk kemudian berani menyuarakan pendapatnya terhadap aksi bullying. Dia ingin menghentikan bullying sekaligus merangkul orang-orang yang pernah punya pengalaman yang sama dengannya.

Ketika kepala sekolah SMAnya dulu sudah berganti, Brittany juga diundang ke sekolahnya untuk memberikan penyuluhan stop bullying. Bahkan, tanpa disangka salah satu dari kelima gadis yang pernah membullynya dulu menemuinya dan meminta maaf. Dia mengatakan alasan dulu Brittany dibully adalah karena gadis-gadis itu cemburu dan takut jika pacar mereka jatuh cinta pada Brittany.

Gaul

Sekarang Brittany menjadi model ternama di Dublin, Irlandia. Selain aktif menyuarakan pendapatnya tentang bullying, dia juga aktif untuk menuntut persamaan hak bagi para perempuan. Hal ini ditunjukkannya dengan aktif mengikuti long march di Dublin.

Memaafkan orang lain dan mengubah pengalaman traumatis dijadikannya sebagai amunisi untuk melawan ketidakadilan yang pernah dialami. Jika Brittany saja bisa bangkit dari keterpurukannya, kenapa kita tidak?

Dan bagi para pelaku bullying, segera hentikan tingkah laku rendahan kalian sekarang juga. Membully orang lain tidak membuatmu nampak lebih hebat dari orang lain. Justru, bullying adalah tindakan paling pengecut yang sebenar-benarnya.

Sumber (Berita)

Gaul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *